Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Pantai Raja Ampat,Papua yang menjadi andalan promosi wisata utama di Swiss

 London-Salah satu objek pariwisata pantai Raja Ampat di Papua menjadi salah satu promosi pariwisata di Swiss. Ini bagian dari program promosi pariwisata KBRI di Bern, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan perusahaan transportasi umum di dua kota di Swiss, yaitu Bern dan Basel.

"Swiss diketahui sangat potensial bagi promosi pariwisata nasional. Tema promosi kali ini adalah Postcards From A Wonderland, A Remarkable Indonesia, dimulai 1 Februari selama tiga bulan," kata pejabat Pensosbud KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah di London, yang dikutip dari metrotv, Rabu (1/2).

Budiman mengatakan, selama tiga bulan akan terpampang dengan indahnya ajakan untuk berlibur ke Indonesia, untuk mengunjungi obyek wisata Bunaken, Raja Ampat, Tana Toraja, Komodo, Flores, Borobudur, Lombok, Bangka Belitung, dan Bali.

Data Badan Pusat Statistik pada 2010 tercatat jumlah wisatawan asal Swiss yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 34.928. Mereka rata-rata membelanjakan uang US$ 1.587,84 dan tinggal selama 14,91 hari. Jumlah ini termasuk angka yang signifikan mengingat jumlah penduduk Swiss cuma sekitar enam juta.

Dengan promosi destinasi wisata Indonesia ini diharapkan masyarakat Swiss akan lebih banyak lagi memilih Indonesia sebagai tujuan wisata favoritnya.

Budiman, yang membuat konsep dan sekaligus disain promosi, mengatakan pemilihan transportasi umum sebagai sarana promosi di Swiss sangat tepat mengingat sebagian penduduk Swiss menggunakan transportasi umum sebagai kendaraan utama.

"Selain di dua kota, Bern dan Basel, pada akhir 2012, KBRI-Bern berupaya menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi umum di kota besar lainnya seperti Zurich, Jenewa, dan Luzern, kata Budiman.

Untuk sumber klik di sini

Jumat, 18 November 2011


Pada 2012, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 8,5 juta orang.

Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu di Jakarta, Selasa (25/10). Jumlah tersebut meningkat 10% dibandingkan target jumlah wisman di 2011 yang sebesar 7,7 juta orang.

Peningkatan jumlah wisman disokong program MP3EI koridor kelima. Hal ini ditandai dengan dibukanya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai gerbang kunjungan wisata dengan peresmian Bandara Internasional di NTB bersama Bali.

"Kami berharap wisatawan yang berkunjung ke Bali, juga menyempatkan ke Nusa Tenggara. Objek wisata Bali itu beda dengan yang ada di NTB ataupun NTT," tandasnya.

Mari menjelaskan, potensi pariwisata yang ada di Nusa Tenggara tidak kalah dengan yang ada di Bali. Namun, masalahnya, perlu adanya peran berbagai pihak untuk mendukung potensi pariwisata di koridor 5 MP3EI, misalnya pembangunan infrastruktur.

"Menurut saya, mereka (pemerintah daerah) harus fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia, agar sejalan dengan program MP3EI," bebernya. [hid]

Dengan kekayaan alam yang luar biasa, Nusa Tenggara diharapkan bisa berkembang sebagai industri seperti di Bali.

Demikian diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu di Jakarta, Selasa (25/10). "Apa yang menjadi nilai tambah NTB dan NTT diferensiasi pariwisata yang banyak, misalnya komodo tidak ada di tempat lain," tukasnya.

Untuk bisa mewujudkan itu, jelasnya, perlu peran beberapa pihak, seperti pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan infrastruktur. "Harus bisa dikemas dengan baik, konektivitas mendukung infrastruktur dan juga hotel," tegasnya.

Pemerintah melalui program MP3EI 2011-2015 sebenarnya telah menempatkan Nusa Tenggara dan Bali sebagai pintu gerbang pariwisata. "Karena bagian dari MP3EI, SDM dibidang pariwisata harus bisa melayani, bahasa dan lainnya," ujarnya. [hid]
Produk asli buatan Indonesia perlu kembali disosialisasikan, tidak hanya untuk mempertahankan kebudayaan nasional tetapi juga untuk mendukung sektor usaha kecil. Produk asli buatan Indonesia sendiri sebenarnya sangatlah beragam. Maklumlah sebagai negara kesatuan, kebudayaan nasional kita berakar dari kebudayaan daerah yang juga mempunyai ciri khas kerajinannya sendiri.

Indonesia sendiri saat ini terdiri dari 33 provinsi. Tidaklah aneh kalau produk asli Indonesia sangat bervariasi. Beragam kerajinan tangan seperti anyaman dan tenunan tersebar di seluruh pelosok negeri. Tidak lupa juga dengan kerajinan pahatan atau ukiran baik kayu, emas, perak, tembaga dan masih banyak lainnya. Kita juga menghasilkan berbagai jenis perhiasan dari budi daya kelautan kita.

Kekayaan produk asli kita bisa dibilang tidak terhitung banyaknya. Hal ini mungkin yang menyebabkan banyaknya pencurian jati diri kebudayaan kita oleh negara lain. Teman-teman juga pasti sudah mengetahui kalau beberapa motif batik dipatenkan oleh Malaysia, sedangkan tahu dan tempe kita dipatenkan Jepang. Tetapi ternyata semua pencurian produk asli kita itu tidak berhenti sampai disana, setelah Perdana Menteri Malaysia mengakui reong ponorogo adalah kesenian asli kita, ternyata kita tidak bisa menarik nafas lega. Sudah muncul masalah baru lagi mengenai pendaftaran model ukiran perak kita oleh negara asing. Padahal model tersebut merupakan asli dari Indonesia. Hal ini menyebabkan pengrajin perak di Bali merasa kuatir apabila hasil karya mereka nanti akan di’claim sebagai tiruan karena hak patent’nya sudah dipegang oleh Negara lain.

Semangat Nasionalisme Bukanlah Sekedar Slogan.

Sumpah pemuda 1928 perlu untuk digalakkan kembali. Banyak pelajar yang bahkan sudah lupa atau bahkan tidak tahu sama sekali mengenai sumpah pemuda. Yang lebih parahnya lagi, Menteri Pemuda dan Olahraga kita pun sudah lupa dengan isi sumpah pemuda. Hal ini terlihat dalam tayangan wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi. Sungguh sangat disayangkan hal seperti ini terjadi pada bangsa kita. Nasionalisme bukanlah sekedar “kebenaran politik” tetapi nasionalisme adalah “identitas budaya”. Ia adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan Negara ini sebagai perwujudan dari konsep identitas bangsa kita.

Nasionalisme butuh penyertaan aktif dari segenap rakyatnya, dari budaya bersama sebagai suatu kesatuan. Ia tidak hanya sebagai simbol, tetapi lebih kepada menjadi motivasi utama agar kita mau setia menjaga milik kita bersama, menjaga bangsa ini beserta jati dirinya dengan segenap kekuatan kita. Semangat inilah yang harus kita kobarkan lagi.

Peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional pada tahun 2008 yang lalu haruslah menjadi momentum yang harus kita jaga. Sejarah kita yang penuh warna dan gejolak haruslah menjadi tantangan agar kita lebih kuat dan percaya diri dalam membangun bangsa, dalam mengisi pembangunan, dan dalam menjaga jati diri bangsa. Kobarkanlah kembali semangat nasionalisme kita. Terinspirasi dari 100 tahun diucapkannya sumpah pemuda, kita haruslah bangkit. Peringatan sumpah pemuda haruslah menjadi titik tolak bagi kita.

Biasanya peringatan kebangkitan nasional berlalu dengan hambar, tetapi kali ini kita harus sadar bahwa sekarang ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk bersatu sebagai suatu bangsa. Kita harus melihat bangsa Jepang, Mereka yang pernah habis-habisan karena perang, sekarang sudah menjadi negara yang disegani dan dikenal cakap bagi rakyatnya. Kita juga harus mengajak semua anak bangsa kita agar menjadi cerdas.

Slogan “Unity in Diversity” pada pariwisata Indonesia perlulah didukung dengan langkah nyata dari generasi muda. Kita tidak hanya bersatu untuk berdemo, melainkan juga harus bersatu untuk bersama-sama mengisi pembangunan dengan menjaga citra bangsa kita di dunia internasional. Kita haruslah belajar, mencari inovasi yang baru, berusaha terdepan di dalam seni, olahraga maupun semua aspek kehidupan yang lainnya. Kita harus berprestasi demi bangsa ini. Kita harus bersatu seperti layaknya seratus tahun yang lalu generasi muda bersatu, mereka tahu apa yang menjadi keinginan mereka, yaitu kemerdekaan. Seperti itulah seharusnya kita bersatu.

Kita juga harus tahu apa yang kita inginkan, kemerdekaan sejati bagi bangsa ini. Kemerdekaan dari kebodohan, kemerdekaan dari kemiskinan, kemerdekaan dari pencurian hak kita. Kitalah yang harus berpartisipasi secara nyata, kita yang harus mencintai negara kita, kita yang harus bangga dengan apa yang kita punya karena itulah modal pembangunan, yaitu kesatuan visi dan misi dari para pemuda/i untuk membangun bangsa ini.

Inilah yang harus kita lakukan, bersatu untuk Kebangkitan Nasional. Bangsa ini perlu untuk membangun citra Indonesia di mata dunia Internasional, supaya negara ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi negara maju yang rakyatnya sejahtera. Untuk itulah sebabnya kita perlu banyak PR handal untuk meningkatkan citra positif bangsa kita.
Penjelasan selanjutnya mengenai peran PR akan dijelaskan oleh teman saya.


Peran PR Agar Publik Bangga Menggunakan Produk Indonesia.

PR merupakan suatu bentuk komunikasi yang boleh dibilang paling efektif untuk dilakukan agar seseorang melakukan action seperti yang kita harapkan.
PR bukanlah kita mengkomunikasikan kita baik, ataupun berkualitas. Tetapi lebih kepada kita berusaha memperbaiki diri sehingga negara lain melihat dan percaya baru kemudian kita bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi, kita bisa dihargai dan bisa sejajar dengan negara yang lainnya.

Kampanye PR yang paling penting untuk dilakukan saat ini adalah untuk membangun kecintaan masyarakat akan tanah air kita, Indonesia.
Kita harus kembali sadar akan perjuangan sejarah bangsa di masa lalu, kita harus bersatu agar kita bisa dihargai dan bisa tidak dianggap remeh oleh bangsa yang lainnya.
Kita harus sadar bagaimana mungkin kita dihargai, kalau kita sendiri saja tidak menghargai bangsa kita.
Kita harus sadar kitalah yang menyebabkan bangsa kita ini terpuruk. Kita harus mencintai negara kita, bangga dengan negara kita sehingga nantinya kita bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Kalau kita berkaca dari India, kita bisa melihat betapa pentingnya kecintaan terhadap negara.
Kita bisa belajar dari India yang berhasil bebas dari penjajahan karena mereka bersatu untuk tidak mau memakai produk dari negara lain. Mereka sangat mencintai negara mereka, mereka mau bersatu dan mengesampingkan perbedaan kepentingan masing-masing individual dari mereka demi kemerdekaan bangsa mereka. Di sinilah kita seharusnya belajar untuk lebih cinta pada bangsa.

Cinta pada bangsa yang dimaksud disini bukanlah lewat perjuangan yang terlalu muluk-muluk. Tetapi pengaplikasiannya cukup dengan kebanggaan kita dalam mencintai dan menggunakan produk asli buatan Indonesia. Hal ini mungkin terdengar sepele, tetapi saya sungguh yakin dan percaya hal ini sungguh sulit dilakukan. Kita sudah terpengaruh branding dari merek-merek luar negeri. Tetapi saya percaya, dengan niat kita, hal ini tidaklah mustahil untuk dilakukan. Kita tidak perlu melihat dan menunggu orang lain baru meniru hal ini. Kita harus memulainya dari diri kita. Kami jamin kalau kalian semua mau melakukan hal yang sepertinya sepele ini, perlahan tapi pasti kita akan mulai bisa merasakan dampak positifnya secara nyata.

PR mampu mengubah persepsi masyarakat yang cuek menjadi lebih perduli. Kalau kita telusuri lebih lanjut, peran PR bagi bangsa ini cukuplah besar. Hubungan kerjasama dengan bangsa lain pun terjadi lewat bantuan PR. PR kita membantu kita sadar secara langsung ataupun tidak langsung dengan masalah nyata yang ada dan terjadi saat ini, tentunya yang berkaitan dengan bangsa kita. Terus terang kita menjadi tahu betapa kita diremehkan oleh Negara tetangga kita, betapa kita tidak dianggap, tetapi disinilah peran PR sangat penting.

PR berusaha merubah semua persepsi itu. Ketika terjadi pemboman di Bali misalnya, PR pun berperan dalam pemulihan citra positif Bali. Banyak event dalam negeri yang dilakukan di Bali, event musik, maupun rapat-rapat anggota dewan. Tetapi sejujurnya menurut pendapat saya sebagai calon PR, masih ada yang kurang yaitu mengenai pemilihan waktu pengadaan event masih kurang tepat.

Event-event yang diadakan hanya mampu memulihkan citra dari dalam, sedangkan dunia internasional masih belum terpengaruh sama sekali. Untungnya PR kita cepat sadar dan berusaha lebih fokus pada masalah korban bom bali. Mereka dengan cepatnya berusaha mengedepankan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengungkap aksi terorisme ini dan menangkap pelaku pemboman tersebut. Disini kami lihat bahwa negara lain mulai membaik pandangannya terhadap Indonesia.

Melihat keberhasilan peran PR itulah, maka sebagai calon PR, saya mengajak teman-teman semua yang juga akan menjadi PR-PR yang handal, yang kami yakin akan bisa membangun bangsa ini, untuk lebih cinta pada bangsa dan Negara kita, Indonesia. Untuk bangga menggunakan produk asli Indonesia, dan untuk melestarikan budaya dan jati diri bangsa sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mewujudkan semangat nasionalisme. Demi bangsa yang lebih baik dikemudian hari.

Jadi, kesimpulannya kita harus bangga dengan negara kita yaitu dengan menggunakan produk asli Indonesia. Ini juga menjadi bukti kecintaan kita pada tanah air. Peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional kemarin haruslah menjadi titik tolak bagi kita untuk berperan nyata dalam mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa.

Sabtu, 12 November 2011

Kecintaan akan budaya bangsa pada anak harus ditumbuhkan. Caranya dengan mengenalkan budaya bangsa tersebut pada anak-anak sejak dini. Begitulah menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PPPA) Ibu Linda Amalia Sari Gumelar.
Karena itulah, BERANI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menggelar sebuah acara bertema kebudayaan. Acara yang bertajuk “Aku Cinta Budaya Indonesia” ini digelar di Hall Rama Shinta, Dunia Fantasi, Jakarta, Rabu (27/7). Acara ini dihadiri oleh Menneg PPPA Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, para istri menteri yang tergabung dalam SIKIB, dan perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta.
Acara yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional 2011 ini dimeriahkan sekitar 1.500 anak dari berbagai sekolah. Ajang ini juga menjadi pengenalan akan budaya Indonesia yang beragam. Sebab, mulai dari pintu masuk hingga berlangsungnya acara, diwarnai dengan berbagai kebudayaan Indonesia. Antara lain, permainan musik cantong, permainan angklung, dan operet anak yang menampilkan budaya dari beberapa provinsi di Indonesia. Ada pula berbagai permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak. “Tema budaya dipilih karena kebudayaan adalah inti dari kehidupan. Dalam kebudayaan itu ada nurani, kasih, kepedulian, dan jati diri manusia. Kebudayaan juga menjadi perekat persahabatan yang tidak dapat dilupakan,” ujar Bapak H. Witdarmono, pemimpin redaksi koran anak BERANI.
Operet Anak
Operet anak yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia menjadi acara puncak. Operet ini mengisahkan seorang anak bernama Amel yang sangat kebarat-baratan. Ia tidak tertarik dengan budaya negerinya sendiri, Indonesia. Namun, Anbo, teman yang baru ia kenal mengajaknya berkeliling Indonesia untuk melihat-lihat ragamnya kebudayaan Indonesia. Setelah melihat keindahan budaya Indonesia, Amel pun menyadari bahwa kebudayaan negerinya sendiri tak kalah menarik dengan kebudayaan luar negeri. Sejak itu pun ia mengajak teman-temannya untuk mencintai kebudayaan Indonesia. Dalam operet ini ditampilkan delapan tarian dari beberapa provinsi di Indonesia. Untuk mengetahui apa saja tari-tarian yang ditampilkan, baca halaman 8—9, ya.
Pemberian Penghargaan
Oh ya, dalam kesempatan ini pula, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Linda Amalia Sari Gumelar memberikan penghargaan. Ini merupakan pemberian penghargaan kepada siswa tingkat SMP dan SMU yang meraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional (UN) lalu. Peraih nilai UN tertinggi tingkat SMP adalah Raden Henry Heriyansyah dari SMPN 3 Bandung. Ia meraih nilai rata-rata 9,93. Sementara dari tingkat SMU penghargaan diberikan kepada Anak Agung Indah Suadnyani dan Ni Putu Maitri Nara Suari. Kedua siswa yang meraih nilai rata-rata 9,83 ini berasal dari SMAN 4 Denpasar. Selain peraih UN tertinggi, Ibu Linda juga memberikan penghargaan kepada dr. Pudji Hastuti, Msc. PH. Ia adalah ketua umum Special Olympic Indonesia (SOINA). dr. Pudji Hastuti, Msc. PH, diberi penghargaan atas partisipasinya dalam berperan serta mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Bogor - Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu akan disampaikan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO).

"Pengakuannya pada 28 September nanti dan penghargaan resmi pada 2 Oktober di Abu Dhabi," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di Istana Bogor, Senin (7/9/2009).

Menurutnya, pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Di samping itu pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk lindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun menurun.

Atas perkembangan ini Presiden SBY menyambut baik kabar tersebut. Sebagai bentuk apresiasi baik terhadap batik dan penghargaan UNESCO itu, Presiden SBY meminta seluruh warga negara mengenakan batik pada 2 Oktober 2009.

"Orang lain bisa saja klaim batik, tapi dunia tahu kalau batik adalah milik Indonesia," tambah Menbudpar Jero Wacik pada kesempatan sama.

Lebih lanjut dikatakannya pemerintah terus memperjuangkan pengakuan atas karya budaya lain bangsa Indonesia. Sekarang ini yang tengah diperjuangkan adalah musik kulintang, naskah Negara Kertagama versi Majapahit dan epos La Galigo asal Bugis.
Satwa endemik Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (29/11/2010). Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.

      Jakarta - Yayasan New7Wonders akhirnya mengumumkan tujuh lokasi keajaiban dunia untuk kategorialam. Di antara nama-nama di dalam daftar pemenang sementara ada Pulau Komodo. Selamat!
Dalam situs resmi New7Wonders, Sabtu (12/11/2011) dinihari, tertulis pengumuman bahwa nama-nama yang tercantum adalah daftar 7 keajaiban dunia sementara berdasarkan pada perhitungan suara pada 11/11/2011. Ada kemungkinan perubahan pemenang dari daftar yang ada sekarang dengan pemenang sesungguhnya nanti.

Peringkat yang dimunculkan juga berdasarkan abjad. Bukan atas dasar peringkat jumlah perolehan suara yang dikumpulkan.

Pihak panitia saat ini masih memeriksa, menghitung dan memverifikasi secara independen jumlah perolehan suara yang masuk. Pemenang resmi akan diumumkan dan dikonfirmasi pada awal tahun 2012.

Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:

1) Amazon
2) Halong Bay
3) Iguazu Falls
4) Jeju Island
5) Komodo
6) Puerto Princesa Underground River
7) Table Mountain

sumber:  kompas.com
 
 PARIS, PERANCIS, KOMPAS.com--Keanekaragaman budaya merupakan salah satu aset Indonesia yang dikagumi oleh dunia bahkan beberapa di antaranya sudah masuk sebagai warisan budaya dunia yang diakui dan tercatat di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan dan Pendidikan (UNESCO).
Wayang, keris, batik dan angklung telah diakui badan tersebut sebagai salah satu warisan budaya atau Representative List of Intangible Cultural Heritage. Sementara Candi Prambanan, Candi Borobudur, situs Manusia Purba Sangiran, Taman Hutan Tropis Sumatera, Taman Nasional Ujungkulon, Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Lorentz mendapat bantuan untuk perawatannya dari UNESCO.
Keberagaman budaya dan juga situs-situs budaya yang dimiliki oleh Indonesia tersebut merupakan salah satu modal utama Indonesia menjadi sebuh negara yang dipandang penting khususnya untuk upaya-upaya pemelihataan, pelestarian dan pengembangan sektor-sektor berbasis budaya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat kesempatan sebagai salah satu pembicara dalam sesi khusus di UNESCO yang bermarkas besar di Paris, Prancis dalam peringatan 10 tahun Deklarasi Universal Keragaman Budaya (Universal Declaration on Cultural Diversity) pada Selasa (2/11).
"Indonesia dipilih untuk menyampaikan pidato utama karena mereka menilai Indonesia memiliki contoh budaya yang amat beragam ...yang pada akhirnya menjadi kekuatan," kata Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, sebelum bertolak menuju Prancis.
Selain berbagi pengalaman di sidang UNESCO, Indonesia, kata Presiden juga menyampaikan imbauan agar dunia lebih bersatu, menghormati perbedaan budaya dan peradaban sehingga dapat mengatasi persoalan global dengan baik.
Kepala Negara mengatakan saling menghormati dan menghargai perbedaan budaya dan peradaban tersebut dapat menjadi salah satu kunci atau alternatif penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik di kawasan maupun secara global.
Yudhoyono juga mengatakan UNESCO mengetahui bahwa bagaimana mengelola dan memelihara keragaman budaya itu tidak mudah sehingga memandang Indonesia sebagai salah satu negara yang berhasil dalam mengembangkan dan melestarikan hal tersebut.
"Mereka tahu managing diversity(menangani keanekaragaman, red)  bukan sesuatu yang mudah dan apa saja yang dilakukan dalam kaitan itu," ujarnya.
Sementara Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan kesempatan Indonesia menyampaikan pandangan dalam sesi khusus peringatan deklarasi keberagaman budaya merupakan pengakuan dunia terhadap mata budaya yang dimiliki dan dilindungi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.
"Partisipasi Presiden Yudhoyono dalam acara UNESCO ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan peran aktif Indonesia, sebagai ’bridge-builder’(membangun" jembatan" atau cara, red)  dan ’solution maker’(pembuat jalan keluar, red)  dalam upaya mengatasi konflik melalui kerja sama antarbudaya," katanya.
Ia menambahkan,"undangan kepada Presiden RI tersebut merupakan wujud apresiasi UNESCO terhadap komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya melindungi dan mempromosikan keanekaragaman budaya sebagai "aset yang terus hidup" (living assets)."
UNESCO
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan organ Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan pada 16 November 1945 melalui penandatanganan konstitusi UNESCO oleh 37 negara. Konstitusi itu sendiri baru berlaku pada 1946 setelah Yunani menjadi negara ke-20 yang meratifikasinya.
Badan PBB itu mempunyai tujuan untuk menciptakan perdamaian melalui pengetahuan dengan melaksanakan strategi yang berdasarkan prinsip dan norma universal serta nilai-nilai bersama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya dan komunikasi/informasi.
Strategi dasar UNESCO dalam menjalankan misinya tersebut adalah dengan membuka jalan menuju ilmu pengetahuan serta memperluas komunikasi dan saling pengertian diantara sesama manusia.
Strategi dasar yang digunakan UNESCO adalah membuka jalan menuju ilmu pengetahuan serta memperluas komunikasi dan saling pengertian diantara sesama manusia.
UNESCO sendiri memiliki dua tujuan utama yaitu melindungi dan mempertahankan promosi keragaman berdasarkan hak asasi manusia dan yang kedua adalah mendorong pemberdayaan dan partisipasi dalam lingkungan masyarakat berpengetahuan, melalui pemerataan, peningkatan dan penyebaran penggunaan pengetahuan.
Saat ini badan PBB tersebut memiliki 193 negara anggota dan tujuh asosiasi internasional. Setiap negara anggota membentuk komisi nasional serta badan kerja sama bagi lembaga pemerintahan dan lembaga swadaya serta dengan organisasi. Sebagian negara menempatkan perwakilan tetapnya yang dipimpin Duta Besar sebagai penghubung.
Indonesia sendiri menjadi anggota badan PBB tersebut pada 27 Mei 1950. Pada awalnya Kepala Kantor Wakil RI pada UNESCO dirangkap oleh duta besar RI untuk Prancis. Pada 1956 pejabat yang ditunjuk mewakili RI diparcayakan pada atase pendidikan dan kebudayaan, Kemudian pada 1968 sampai 1972 jabatan itu kembali dirangkap oleh duta besar.
Dengan peningkatan keterlibatan Indonesia dalam berbagai program UNESCO termasuk pemugaran Candi Borobudur maka pada 1972 pemerintah mengangkat wakil RI untuk UNESCO dengan gelar Duta Besar, agar penanganan masalah-masalah UNESCO terutama yang berkaitan dengan kepentingan RI dapat dilakukan dengan baik.
Pada Oktober 2011, Duta Besar RI untuk Prancis Rezlan Ishak Jenie ditunjuk sebagai wakil tetap RI di UNESCO.


Sumber : http://oase.kompas.com/read/2011/11/04/14074767/Keanekaragaman.Budaya.RI.untuk.Dunia
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!